Sabtu, 14 September 2013

Pelatihan pembuatan produk souvenir dari perca

Pelatihan pembuatan produk souvenir dari perca

       Tim KKN Vokasi UMK 2013 Bersama bu. erwin sebagai narasumber melatihan pembuatan produk souvenir dari perca kepada kelompok ekonomi perempuan di desa Megawon.







Ini adalah salah satu hasil karya kelompok ekonomi perempuan yang sudah diberi merk "Mega Laksana"

Bimbel

BIMBEL

Tim KKN Vokasi UMK di desa Megawon memberikan bimbingan belajar pada adek adek SD kelas 1 sampai dengan 6 , Bimbel ini diadakan pada hari senin sampai dengan kamis diposko KKN vokasi desa Megawon Kudus.

Legalitas dan Merk

Pemaparan Legalitas Hukum dan Merk

         Tim KKn Vokasi memaparkan tentang Legalitas hukum dari produk souvenir dari kain perca agar produk souvenir perca yang dibuat oleh kelompok ekonomi perempuan didesa megawon tidak ditiru,  dijiplak, dan diakui pihak lain dengan didukung pemberian label merk untuk produk  souvenir perca yang telah disetujui oleh kelompok. Nama produk yang disetujui adalah Mega Laksana
         

pelatihan pelaporan keuangan

Pelatihan Pengelolaan laporan keuangan
Hari           : Jum'at
Tanggal      : 6 September 2013
Tempat      : Rumah Bu.Erwin
      Anggota KKN Vokasi dari universitas muria kudus sedang mengajarkan pembukuan laporan keuangan pada lembaga keuangan desa yaitu Koperasi, PNPM, dan P3MPK.

Kamis, 05 September 2013

pelatihan Komputer dasar dan Wesite



Pelatihan Komputer Kelompok Pembinaan Perempuan di Desa Megawon 
Belajar Ms.word, excel, youtube, google, blogger serta program utama Website.

Belajar menggapai mimpi


KKN Vokasi Universitas Muria Kudus , bersama Adik adik dipaud Punakawan didesa Megawon

Minggu, 01 September 2013

NLP (Neuro Leanguestic Programing)
pengembangan pribadi, dan psikoterapi yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an. Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses neurologi ("neuro"), bahasa ("linguistic") dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman ("programming") dan bahwa hal tersebut dapat diubah untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan. Bandler dan Grinder mengklaim bahwa ketrampilan seseorang dapat "dimodel" menggunakan metodologi NLP kemudian ketrampilan tersebut dapat dimiliki oleh siapa saja. Bandler dan Grinder juga mengklaim bahwa NLP dapat mengobati masalah seperti pobia, depresi, gangguan kebiasaan, penyakit psikosomatik, miopi alergi, flu]dan gangguan belajar, seringkali hanya dalam satu sesi terapi. NLP telah diadopsi oleh beberapa hipnoterapis dan dalam seminar-seminar yang dipasarkan untuk bisnis dan pemerintahan. Ulasan penelitian empiris menunjukkan bahwa NLP telah gagal memproduksi hasil yang dapat diandalkan terhadap ajaran intinya. Bukti ilmiah mengungkapkan bahwa NLP didiskreditkan sebagai pseudosains. Ulasan ilmiah menunjukkan adanya beberapa kesalahan faktual, dan gagal untuk menghasilkan hasil yang ditegaskan oleh para pendukungnya. Menurut psikolog klinis Grant Devilly (2005), NLP telah mengalami penurunan dalam prevalensi sejak tahun 1970-an. Kritik telah melampaui kurangnya bukti empiris untuk efektivitas, mengatakan bahwa NLP memamerkan karakteristik pseudosains, judul, konsep dan terminologinya juga, NLP tampil sebagai contoh dari pseudosains untuk memfasilitasi pengajaran literasi sains di tingkat profesional dan universitas. NLP juga muncul pada daftar intervensi yang didiskreditkan berbasis ulasan konsensus ahli. Dalam penelitian yang dirancang untuk mengidentifikasi "faktor dukun" dalam praktik kesehatan mental modern, Norcross et al. (2006). mendaftarkan NLP sebagai kemungkinan didiskreditkan untuk pengobatan masalah perilaku. Norcross et al. (2010) mendaftarkan NLP dalam sepuluh besar intervensi yang paling didiskreditkan, Glasner-Edwards dan Rawson (2010) mendaftarkan terapi NLP sebagai "pasti didiskreditkan